Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang

Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang


Pantai Balekambang menjadi idola tujuan wisata di Malang. Bagi Anda yang suka dengan spot air, pantai yang satu ini wajib dikunjungi karena menyimpan banyak keindahan yang tidak kalah dengan pantai-pantai lain di Jawa Timur. Bahkan banyak orang yang memberi nama Pantai Balekambang sebagai miniatur Tanah Lot dari Pulau Dewata.

Pantai Balekambang Malang terletak di Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Malang, Jawa Timur, atau terletak sekitar 60 km di sebelah selatan kota Malang. Akses menuju pantai ini cukup memadai dengan jalanan aspal yang mulus. Biarpun begitu, kalian harus tetap berhati-hati karena di beberapa tempat terdapat tanjakan dengan kelokan tajam. Di sepanjang perjalanan, kalian bisa bersantai sambil menikmati segarnya udara di daerah yang banyak ditumbuhi pepohonan.


Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang

Mitos Pantai Balekambang

Pantai Balekambang termasuk ke dalam gugusan pantai yang berada di wilayah selatan atau biasa disebut dengan pantai selatan, karena letaknya inilah sehingga pantai ini juga kaya akan mitos-mitos dan juga kepercayaan masyarakat yang berbau mistis. Salah satu mitos yang berkembang disini adalah akan berakhirnya hubungan pasangan muda mudi yang belum sah dalam bahtera pernikahan jika mereka datang berkunjung ke pantai ini, mitos lain yang berkembang adalah air yang ada disekitar area pantai balekambang akan membuat awet muda, sehingga tidak jarang kita temui orang-orang atau wisatawan yang berendam atau sekedar mengusapkan air ke wajah mereka.


Sejarah Pantai Balekambang

Sebenarnya Pantai Balekambang sudah dikenal warga lokal sejak tahun 1978-an. Pada tahun tersebut, seorang perangkat desa Srigonco membuka akses jalan sehingga orang dari luar desa tersebut lebih mudah mencapai Balekambang. Lima tahun kemudian, Pantai Balekambang diresmikan oleh Bupati Malang yang saat itu bertugas, Bapak Eddy Slamet. Semenjak itu, nama Pantai Balekambang makin bergaung. Keindahan yang ditawarkannya cukup menarik wisatawan sehingga terus berkembang dan kini menjadi salah satu andalan wisata pantai di Kabupaten Malang. So, tidak heran kalau momen akhir pekan dan liburan pantai ini dipenuhi wisatawan dari berbagai daerah.

Konon, orang yang pertama membuka hutan di Pantai Balekambang bernama Syaikh Abdul Jalil, seorang ulama yang dipercaya berasal dari Yogyakarta. Saat ini, makam Syaikh Abdul Jalil yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari Pantai Balekambang, rajin diziarahi oleh umat muslim dari berbagai daerah. Pada bulan Suro/Muharram, jumlah jamaah yang berkunjung baik untuk memperingati tahun baru hijriyah maupun wisatawan biasa yang ingin menyaksikan prosesi ‘Suroan’ melonjak.

Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang
Pada Hari Raya Nyepi, pantai ini juga lebih ramai dari hari – hari biasa, karena umat Hindu melakukan upacara atau prosesi di Pura Amarta Jati yang terletak di Pulau Ismoyo. Pulau Ismoyo sendiri adalah bagian dari pulau-pulau kecil di Balekambang, yang menjorok ke lautan dan dihubungkan dengan sebuah jembatan ke daratan.

Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang

Pesona Pantai Balekambang

Lautan yang terlihat berwarna biru nan cantik, deburan ombak serta panorama khas pantai langsung menyambutmu ketika sudah dekat dengan Pantai Balekambang. Bisa dibilang kalau suasananya cukup tenang dengan kondisi kebersihan pantai yang terjaga dengan baik. Saat mata memandang lautan luas, disana terlihat beberapa pulau yang menjadi ciri khas Balekambang, seperti Pulau Wisanggeni, Pulau Anoman, dan Pulau Ismoyo, dimana masing-masing pulau dihubungkan dengan jembatan. Kalau Anda penggemar serial pewayangan, pasti kenal dengan tokoh-tokoh tersebut.


Transportasi ke Pantai Balekambang

Untuk menuju Pantai Balekambang, ada banyak sekali pilihan moda transportasi, travelers. Karena akses jalan aspal cukup bagus, kamu bisa pakai kendaraan pribadi seperti mobil atau motor, bus, atau bahkan naik truk beramai-ramai dari kota Malang. Untuk yang berencana naik kendaraan umum, dari Terminal Arjosari Malang, Anda bisa melanjutkan dengan menaiki angkutan kota jurusan terminal Gadang, lalu dilanjutkan dengan angkutan jurusan Bantur yang akan melalui Kecamatan Gondanglegi dan Pagelaran. Dari Bantur ke Pantai Balekambang sayangnya belum ada kendaraan umum, jadi Anda bisa memakai jasa ojek. Tapi, kalo Anda bepergiannya rame-rame, kamu bisa menyewa mobil yang membuat ongkos perjalananmu jauh lebih murah.

Sepanjang perjalanan, Anda akan bertemu dengan berbagai macam hutan dari hutan tropis maupun hutan jati yang semakin padat saat kamu memasuki Bantur. Beberapa ruas jalan agak sempit, dengan tikungan tajam di sana sini yang membuatmu harus lebih waspada lagi saat berkendara menuju Pantai Balekambang dengan kendaraan pribadi. Tidak perlu takut tersesat karena ada banyak sekali petunjuk jalan di sepanjang jalan menuju Pantai Balekambang.


Mitos, Sejarah Pantai Balekambang Malang
Setelah ke Pantai Balekambang Anda bisa mampir ke restoran yang terkenal di malang yaitu Restoran GL8, yang memiliki dua lokasi dikota malang yaitu di Pulau Galang no.8 dan Jalan Kawi Atas no.16. Restoran GL8 ini menyediakan berbagai makanan dan minuman, khususnya untuk jenis makanan Chinese Food dan Masakan Indonesia. Restoran ini juga merupakan distributor Frozen Food Malang. Restoran ini cocok banget untuk Anda sebagai tempat makan bareng keluarga, teman maupun pasangan Anda. Jangan khawatir dengan menu-menu masakannya, yang pastinya akan membuat Anda ketagihan. Oke, yuk mampir ke Restoran GL8 di malang yang akan menjadi tempat makan favorit kalian semua. 

Silahkan Kunjungi Restoran GL8, Kuliner Khas Malang

Restoran GL8 akan memberikan Anda berbagai menu kuliner pilihan khas dari Kota Malang, mulai dari Cwie Mie, Sweekiau, hingga Frozen Food yang cocok untuk oleh-oleh. Klik Link dibawah ini untuk petunjuk lokasi Restoran GL8.


Artikel GL8 lainnya